Minggu, 22 Desember 2013

''AKU MANA TAU KALAU KAMU SUDAH MAKAN''

mungkin kata ini masih bisa kamu ingat
lebih kurang 1 minggu lalu
aku sangat tidak suka kalau kamu seperti itu
perkataanku seakan tak pernah kamu dengarkan
kesabaranku sudah habis batas dibuatmu
aku hanya ingin kamu itu makan dan ingat makan
hanya itu
tapi siang itu kamu tidak makan
dan kamu anggap itu hal spele
sungguh aku marah besar
tp aku hanya bisa diam dan mencoba tidak berbicara kepadamu
sampai marah ini hilang
tepat jam 5 sore aku berangkat menjumputmu
seperti biasanya aku sudah sampai di kantor tempat kamu berkerja jam 5:30
dalam perjalanan pulang kita masih bisa berbincang dan bercanda di atas sepeda motor
tapi setibanya di koz;an, ku tnyak kepadamu, kamu sudah makan....?
belum yank..., itu jawab mu
bagus....tingkatkan yank , ku balas dengan nada biasa seperti tidak ada rasa kecewa
sejak saat itu aku marah padamu, aku palak, aku pengen pergi
hampir 1 harian aku bersikap dingin didepanmu
mungkin kamu tahu aku kenapa seperti ini
keesokan harinya
tak seperti biasanya aku tidak menjemput kamu sepulang dari kerjaan
dan siangnya kita jumpa di kampus
untuk menyelesaikan urusanmu
aku mengggumu di gerbang kampus
dengan muka biasa'' saja
ku coba untuk sedikit memperbaiki keadaan
dan pada akhirnya pulang dari kampus
aku membeli nasi tak jauh dari kos'an tanpa membeli makan untukmu
aku tidak mau menyakan kamu lagi sudah makan atau belum'
sesampainya di kos'an
kamu pun bertanyak
makanku mana...?
kok gak dibeli...?
dengan entengnya
ku jawab
aku mana tau kamu sudah makan...
dan kamu pun terdiam
langsung ku buka makanan itu dan segera aku habiskan karena aku sudah lapar
kita hanya bisa diam dan kamupun pergi keluar
aku tak tahu kamu mau kemana dan mau apa/..?
ternyata kembali kamu bawa nasi bungkus dan duduk langsung makan
mungkin kamu pun tak mau aku marah lagi
setelah aku siap makan
tanpa kata sedikit pun dengan keadaan seperti ini
ku stater sepeda motor dan langsung cabuttttt
aku tahu kamu nangis ketika kamu makan tadi,
aku tahu kamu sedih karena aku selalu diam kepadamu
aku tahu kamu pengen keadaan ini merakhir dan kita bercanda kembali
setelah beberapa lama
akupun kembali
aku melihatmu duduk bediam diri dan akupun duduk di dekatmu , berharap dibujuk
ehhh ternyata eggak, eh diam terusssss
mungkin untuk menghilangkan kesedihan
kamu segera ambil gosokan dan mulai menggosok
beberapa menit kemudian
"gosok bajumu aja, aku ja nanti gosok bajuku" kataku
kok segitunya kali sih kau yank samaku, masak gara gara lupa makan pek gini kau samaku"
ku balas, " aku paling gk suka ngomongku gk didengar, apa lagi uda berulang-ulang
di tambah lagi di bihongi "
singkat cerita HP TINUT TINUTpun pecah tercampak olehku
kesabaranku sudah habis kamu sudah mulai melawanku
kamu sudah berani melawan aku
aku tidak suka wanita kasar dan suka ngomong kasar
AKU BENCI GITU
makanya hape pun jadi korban






Tidak ada komentar:

Posting Komentar